Pengecoran jalan beton adalah tahap krusial dalam proyek konstruksi, dan kesuksesannya sangat bergantung pada metode pelaksanaan yang benar. Dalam artikel ini, Sriwijaya Beton akan membahas langkah-langkah praktis untuk melaksanakan pengecoran jalan beton dengan efisien dan hasil yang berkualitas.

1. Persiapan Lokasi

Marking dan Pembersihan Lokasi Konstruksi

Sebelum memulai pengecoran jalan beton, pastikan bahwa lokasi sudah siap untuk proses tersebut. Bersihkan area dari debu, tanah, atau material lain yang dapat mengganggu kualitas beton. Pastikan bahwa subgrade sudah sesuai dengan spesifikasi desain.

Lakukan pengukuran yang akurat untuk menentukan batas area yang akan di cor. Gunakan alat pengukur dan marking yang tepat untuk memastikan dimensi dan geometri yang sesuai dengan rencana desain. Langkah ini akan membantu dalam pemasangan formwork dan penempatan beton secara akurat.

2. Pemasangan Formwork Jalan Beton

Formwork Beton

Langkah selanjutnya adalah pemasangan formwork atau bekisting.. Pastikan formwork terpasang dengan kuat dan rapi, sesuai dengan desain geometri jalan beton yang diinginkan. 

Pastikan bahwa formwork berada pada level yang tepat dan memiliki ketinggian yang sesuai. Pengecekan level dan ketinggian formwork memastikan bahwa permukaan jalan beton akan sesuai dengan desain yang diinginkan tanpa adanya ketidakrataan.

Pastikan formwork tersegel dengan baik untuk mencegah kebocoran beton. Selain itu, lakukan pengikatan formwork dengan kuat agar formwork tidak berubah posisi selama pengecoran. Hal ini penting untuk mendapatkan hasil akhir yang presisi.

3. Pemasangan Tulangan Bekisiting Jalan Beton

Pemasangan Bekisting Tulangan Besi Beton

Sebelum menuangkan beton, pasang tulangan dengan teliti sesuai dengan desain struktur. Pastikan tulangan terletak pada posisi yang tepat dan terhubung dengan baik untuk memberikan kekuatan yang diperlukan pada jalan beton.

Mulailah dengan menempatkan besi tulangan sesuai dengan desain. Pastikan bahwa tulangan terletak pada posisi yang tepat dan sesuai dengan rencana struktur. Pastikan juga jarak antar tulangan dan penampang besi tulangan sesuai dengan spesifikasi teknis.

Selama penempatan, pastikan untuk mengikat kuat setiap persilangan dan pertemuan antar besi tulangan. Pengikatan yang baik akan menjaga kestabilan dan integritas struktur tulangan. Gunakan kawat pengikat dengan cermat untuk mendapatkan hubungan yang kuat.

4. Persiapan Beton Cor

Bahan Dasar Material Beton

Mulailah dengan perencanaan yang teliti terkait campuran beton yang akan digunakan dalam pengecoran jalan beton. Pastikan bahwa proporsi bahan seperti semen, air, agregat kasar, dan agregat halus sesuai dengan spesifikasi desain. Perencanaan yang matang akan menghasilkan beton dengan kekuatan dan ketahanan yang diinginkan.

Pastikan bahan-bahan yang akan digunakan, seperti semen dan agregat, berkualitas tinggi. Pilih sumber bahan yang terpercaya dan sesuai dengan standar konstruksi. Keberhasilan campuran beton sangat tergantung pada kualitas bahan dasar yang digunakan.

Anda bisa menggunakan Beton Instan apabila ingin melewati langkah mencampur beton ini. Apabila ingin pekerjaan jalan beton lebih berkualtas dan cepat, Anda bisa menggunakan Beton Ready Mix

5. Pengecoran Jalan Beton

Ready Mix Jayamix

Sebelum mulai menuangkan beton, periksa kembali formwork atau bekisting. Pastikan bahwa formwork dalam kondisi yang baik, terpasang dengan rapi, dan tidak ada kebocoran yang dapat merusak integritas beton.

Basahi permukaan formwork dengan air untuk mencegah penyerapan air dari campuran beton. Pastikan juga bahwa area pengecoran jalan beton dalam keadaan bersih dan bebas dari bahan asing yang dapat merusak kualitas beton.

Mulai menuangkan beton ke dalam formwork secara merata, disarankan menggunakan Concrete Pump. Gunakan alat bantu seperti vibrator beton untuk menghilangkan celah udara dan memastikan beton terdistribusi dengan baik. Pastikan tidak ada area yang terlewat untuk menghindari retakan atau kelemahan struktural.

Setelah beton tercangkup di formwork, lakukan proses leveling untuk memastikan permukaan beton memiliki ketebalan yang seragam. Gunakan alat leveling dan smoothing untuk mendapatkan hasil yang halus dan sesuai dengan desain.

6. Finishing Jalan Beton

Setelah beton terpasang, lakukan proses finishing untuk mendapatkan permukaan yang halus dan sesuai dengan keinginan. Gunakan alat finishing yang tepat dan pastikan untuk menghindari overworking yang dapat merusak kekuatan beton.

Jika diperlukan, lakukan penyikatan permukaan untuk memberikan tekstur atau pola tertentu pada jalan beton. Proses ini dapat dilakukan setelah beton mulai mengeras sedikit, namun pastikan untuk tidak menunggu terlalu lama.

7. Perawatan Awal dan Akhir

Setelah pengecoran selesai, lakukan perawatan awal dengan menyiram atau menutup beton dengan kain basah untuk mencegah retak akibat pengeringan yang terlalu cepat. 

Periksa permukaan jalan beton untuk memastikan tidak ada retakan yang terbentuk selama proses pengeringan. Jika ditemukan retakan kecil, segera tangani dengan mengisi atau memperbaiki sesuai kebutuhan.

Lanjutkan perawatan lanjutan sesuai dengan petunjuk teknis dan kondisi cuaca. Ini melibatkan penyiraman teratur, perlindungan dari beban berat, dan pencegahan aktivitas konstruksi lain yang dapat merusak permukaan beton selama periode pengerasan.

 

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat melaksanakan pengecoran jalan beton dengan efisien dan menghasilkan hasil akhir yang berkualitas. Pastikan untuk selalu mengikuti standar konstruksi dan peraturan keselamatan kerja untuk menjamin keberhasilan proyek Anda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dalam melaksanakan proyek pengecoran jalan beton.

Home » Blog » Metode Pelaksanaan Pengecoran Jalan Beton